Tugas
Terstruktur Sistem Informasi Geografis
Program Studi
Agroteknologi Fakultas Pertanian
Universitas
Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur
Pemanfaatan
Sistem Informasi Geografis dalam Pembuatan Peta Digital
(Muhammad Hanif Abdillah Amin / 19025010126)
PENDAHULUAN
Suatu pemikiran seseorang mengenai sesuatu hal yang
memiliki posisi dapat dikategorikan sebagai salah satu jenis informasi spasial. Penuangan informasi spasial tersebut
dapat dilakukan melalui berbagai cara, salah satunya adalah dengan gambaran
visual dari suatu realita. Replika dari informasi spasial yang telah dibangun
dapat disebut dengan peta. Peta dapat juga diartikan sebagai
gambaran dari permukaan bumi atau fenomena geosfer. Informasi yang dapat
dipetakan memiliki syarat bersifat spasial memiliki posisi, baik relatif maupun
absolut.
Informasi spasial yang terdapat pada pikiran manusia juga
dapat dipetakan. Sebagai contoh sederhana adalah pembuatan peta lokasi yang
mencangkup rute rumah menuju rumah sakit. Secara sadar, seseorang
memiliki ingatan terhadap lokasi suatu objek (site) dan mengkaitkannya dengan objek lain (association).
Ingatan itu disebut dengan informasi, sedangkan objek yang ada pada informasi
tersebut memiliki lokasi sehingga bersifat spasial. Informasi spasial
terkait rute rumah ke rumah sakit dapat digambarkan secara visual dalam
bentuk peta sederhana atau disebut dengan peta mental (peta kognitif).
Ilmu tentang pemetaan ini termasuk dalam bagian dari
sistem informasi geografis, sebelum masuk kedalam pemetaan lebih mendalam,
perlu adanya kita mengulas apa yang dimaksud sistem informasi geografis. Sistem
Informasi Geografis (SIG) adalah satu Sistem dan metode untuk mengolah dan
menganalisis data khususnya data spasial. SIG menggabungkan perangkat keras,
perangkat lunak, dan data spasial untuk mendapatkan informasi bereferensi
geografis. Sistem informasi geografis memodelkan berbagai informasi dari dunia
nyata di muka bumi yang bersifat kompleks dalam bentuk informasi yang lebih
sederhana dalam bentuk digital. Informasi yang dihasilkan merupakan informasi
spasial berupa peta digital disertai dengan data atribut. Perolehan informasi
spasial yang dilakukan melalui proses analisis spasial menjadi kekuatan utama
dalam sistem informasi geografis dibandingkan dengan sistem informasi lainnya.
Seiring dengan perkembangan teknologi informasi,
pengolahan dan penyajian data spasial secara digital mempunyai peran yang
strategis untuk memudahkan dalam membuat perencanaan maupun keputusan yang
berhubungan dengan posisi dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh paling
sederhana adalah dalam kehidupan sehari hari, kita memanfaatkan sistem
informasi geografis untuk mencari rute perjalanan maupun mencari alamat dengan
menggunakan Aplikasi Google Maps. Sistem
informasi geografis merupakan salah satu teknologi yang menerapkan serta
memudahkan segala kegiatan manusia baik perencanaan, pelaksanaan serta evaluasi
yang ada keterkaitan dengan kondisi geografis. Sistem informasi
geografis sebagai sistem komputer
yang digunakan untuk memanipulasi data geografi. Sistem Informasi Geografis ini
diimplementasikan dengan perangkat keras dan perangkat lunak komputer.
Apa itu Pemetaan
Digital?
Peta merupakan representasi atau gambaran unsur-unsur
atau kenampakan abstrak yang dipilih dari permukaan bumi atau yang ada
kaitannya dengan permukaan bumi atau benda-benda angkasa, dan umumnya
digambarkan pada suatu bidang datar dan diperkecil atau diskalakan. Peta
mengandung arti komunikasi, artinya merupakan suatu sinyal atau saluran antara
si pengirim pesan (pembuat peta) dan si penerima pesan (pemakai peta). Peta
merupakan alat untuk melakukan komunikasi antara pembuat peta dan pengguna
peta, sehingga peta dituntut untuk dapat menyajikan fungsi dan informasi dari
obyek yang digambarkan secara optimal. Dengan demikian peta digunakan untuk
mengirim pesan, informasi tentang realita.mKadang-kadang si pengirim pesan akan
menemui kesukaran dalam menyampaikan pesannya agar dapat dimengerti oleh si
penerima pesan. Pada keadaan ini mungkin gambarlah yang dapat dipakai sebagai
sarana dalam menyampaikan pesan tersebut kepada si penerima pesan.
Peta adalah sarana informasi (spasial) mengenai lingkungan. Pekerjaan – pekerjaan teknik sipil dan perencanaan, dasarnya membutuhkan peta-peta dengan berbagai macam jenis tema dan berbagai macam jenis skala Pemetaan adalah suatu proses penyajian informasi muka bumi yang fakta (dunia nyata), baik bentuk permukaan buminya maupun sumbu alamnya, berdasarkan skala peta, system proyeksi peta, serta symbolsymbol dari unsur muka bumi yang disajikan. Kemajuan di bidang teknologi khususnya di bidang computer mengakibatkan suatu peta bukan hanya dalam bentuk nyata (pada selembar kertas, real maps, atau hardcopy), tetapi juga dapat disimpan dalam bentuk digital, sehingga dapat disajikan pada layar monitor yang dikenal dengan peta maya (Virtual maps atau softcopy).
Pemetaan
digital adalah suatu proses pekerjaan pembuatan peta dalam
format digital yang dapat disimpan dan dicetak sesuai keinginan
pembuatnya baik dalam jumlah atau skala peta yang dihasilkan. Format
digital terdiri dari 2 macam :
1.Raster
Merupakan
format data dengan satuan pixel (resolusi/kerapatan) ditentukan
dalam satuan ppi (pixel per inch). Tipe format ini tidak bagus
digunakan untuk pembuatan peta digital, karena akan terjadi korupsi
data ketika dilakukan pembesaran atau pengecilan. Contoh format data
raster : bitmap (seperti tiff, targa, bmp), jpeg, gif, dan terbaru
PNG.
2.Vektor
Merupakan
format data yang dinyatakan oleh satuan koordinat (titik dan
garis termasuk polygon) format ini yang dipakai untuk pembuatan peta
digital atau sketsa. Contoh format ini : dxf (autocad), fix
(xfig), tgif (tgif), dan ps/eps (postscrift).
Bagian – Bagian yang Terdapat Dalam Pemetaan Digital
Pemetaan
digital terdiri dari perangkat keras, perangkat lunak, tenaga kerja, dan
perangkat intelejen.
1. Perangkat
keras
Komponen dasar perangkat keras Pemetaan Digital dapat
dikelompokan sesuai dengan fungsinya antara lain :
a. Peralatan
pemasukan data, misalnya papan digitasi (digitizer),
Penyiam (scanner), keyboard, disket dan lain-lain.
b. Peralatan penyimpanan dan pengolahan data, yaitu komputer
dan perlengkapannya seperti : monitor, papan ketik (keyboard), unit
pusat (CPU, Central Processing Unit), cakram keras (hard-disk), floppy disk, dan
flashdisk.
c. Peralatan untuk mencetak hasil seperti printer dan plotter.
2. Perangkat Lunak
Perangkat lunak merupakan alat atau media yang digunakan untuk konversi, penggambaran, penyimpanan, pemanggilan, pemanipulasiandari suatu analisis data untuk melengkapi dan untuk penyajian informasi. Perangkat lunak yang banyak digunakan biasanya mempunyai fasilitas/penyedia database koordinat baik dua dimensi maupun tiga dimensi yang dilengkapi pula dengan hubungan antar muka sistem masukan dan sistem keluaran.
Selanjutnya terdapat yang
namanya sistem masukan dan sistem keluaran.
bagian teratas dari diagram memperlihatkan sistem masukan yang berfungsi
menghasilkan informasi kepada basis data topografi digital. Masukan ini biasanya
diperoleh dari suatu sumber informasi atau dari berbagai sumber yang
berbeda-beda dan terdiri dari hal-hal sebagai berikut :
- Hasil digitasi peta-peta topografi yang
telah ada atau dari peta-peta ortofoto,
- Survei digitasi langsung dari model orientasi absolute
- Survei lapangan
- Laporan-laporan (atribut, karakteristik fungsional),
- Laporan topologi yang ada serta berhubungan fungsional dan fitur petanya,
- Laporan serta kesatuan grafis yang berhubungan dengan aplikasi kajian,
- Informasi kuantitatif hasil dari analisis data spasial berikut
keberadaannya.
3. Tenaga
Kerja
Penggunaan
tenaga kerja yang dilibatkan dalam proses pemetaan digital biasanya relatif
sedikit dan terdiri dari operator produksi data. Tenaga kerja masuk kedalam
katregori pengguna kelas pertama dan pengguna kelas kedua.
-Pengguna
kelas pertama : Pemrograman dengan aplikasi tertentu yang bertanggungjawab
dalam penulisan program-program aplikasi untuk eksplorasi basis data.
-Pengguna
kelas kedua : Pengguna dalam kategori yang bisa mengakses dan memanggil
kandungan basis data dari suatu terminal komputer ataub stasiun kerja untuk
komunitas penunjang tertentu.
-Perangkat
Intelejen : Perangkat intelejen melibatkan berbagai pakar atau para ahli
seperti ahli komputer, ahli geodesi, danahli pemrograman serta pembangunan
sistem untuk menghasilkan otomatisasi pembuatan peta.
-Pengguna kelas ketiga : Administrator batas basis data, yaitu orang atau sekumpulan orang yang bertanggungjawab dalam pengawasan sistem basis data secara keseluruhan.
Software
autoCAD Map untuk Soil Mapping / Pemetaan Tanah Digital
Dalam
kegiatan pemetaan tanah digital, kita dapat menggunakan salah satu aplikasi
atau software dari sistem informasi geografis, yakni autoCAD Map. AutoCAD Map merupakan salah satu produk perangkat lunak yang
diproduksi oleh AutoDesk Corporation. Secara umum perangkat lunak tersebut
dikembangkan untuk mendukung kegiatan pengolahan data dan analisis Sistem
Informasi Geografi (SIG). AutoCAD Map
dilengkapi dengan fasilitas input data, analisis, manipulasi data output data.
Selain itu dengan menggunakan perangkat lunak AutoCAD Map juga dapat digunakan
untuk mengelola data dengan ukuran yang cukup besar, penghimpunan data, serta
pengelolaan data file drawing. Hal tersebut sangat dimungkinkan dilakukan
karena AutoCAD Map dilengkapi dengan fasilitas link template database external.
Fasilitas tersebut dapat digunakan untuk menghubungkan software tersebut dengan
software eksternal lainnya, misalnya Microsoft Excel.
AutoCAD
Map memiliki banyak kelebihan, antara lain software Atersebut dapat digunakan
untuk proses penggambaran atau membuat suatu desain rancangan (CAD/ Computer
Aided Design). Selain itu, AutoCAD Map juga memiliki fasilitas pendukung dalam
pemanfaatan query yaitu structure query language (SQL) sehingga dengan
memanfaatkan fasilitas tersebut, user (pengguna) dapat menggunakan beberapa
perintah bahasa pemrograman (script) untuk melakukan interaksi matematis,
misalnya dalam penentuan query. Dengan menggunakan software AutoCAD Map, user
dapat melakukan koreksi geometrik pada data pengindraan jauh sesuai dengan
sistem koordinat yang berlaku, serta dapat juga digunakan untuk mendefinisikan
sistem koordinat sesuai dengan tipe format data, dimana hasil koreksi geometric
dari software AutoCAD Map ini dapat dibaca oleh sistem SIG Autodesk lain.
AutoCAD Map dapat mendefinisikan sistem koordinat sesuai dengan keperluan yang hasilnya dapat dibaca oleh sistem SIG Autodesk lain. AutoCAD Map dapat digunakan untuk analisis data-data peta digital, dimana dalam Sistem Informasi Geografi bekerja dengan topologi berhubungan dengan interkoneksi dan batas features peta, dapat juga dilakukan penghapusan atau modifikasi topologi, buffer point, dan garis serta poligon. Menganalisis data dengan metode overlay object, point, garis dan poligon dengan menggunakan intersect, union, identity.
Prosedur AutoCAD Map dalam Soil Mapping
Memulai program AutoCAD pada komputer. Untuk
memulai program AutoCAD (Computer Aided Design) Dibagian atas ada
sederetan menu “pull down” kemudian dibawahnya, disamping, dan atau
di bagian bawah ada sekumpulan ikon dalam “toolbar” yang dapat
diakses langsung .
- Mengakses perintah
Perintah-perintah AutoCAD dapat diakses melalui
tiga cara, yakni:
1. Melalui baris menu utama (pull down menu)
2. Melaui ikon yang tersedia pada toolbar yang
ada , atau
3. Secara konvensional yang dapat diketikkan langsung pada baris perintah
- Menyiapkan
Digitizer
a.)
Instalasi Digitizer
Jika
kita baru pertama kali memasang digitizer, langkah awal yang harus kita
kerjakan adalah memasangnya sesuai petunjuk alat. Pada AutoCAD 2005, instalasi
digitizer ditangani oleh sistem operasi Windows. Digitizer yang baru umumnya
dilengkapi dengan Wintab driver yang dapat dikenali oleh Windows. Jika
digitizer telah dapat digunakan pada sistem operasi Windows, AutoCAD otomatis
dapat membaca peranti digitizer tersebut. Digitizer dalam hal ini dapat kita
pasang bersama-sama dengan mouse yang sudah ada. Jika mouse pada COMl,
digitizer dapat kita pasang pada COM2. Setelah digitizer terbaca oleh sistem
operasi Windows, pada AutoCAD ikuti langkah instalasi berikut.
1. Klik Tools > Option > System, akan muncul kotak dialog yang salah satu bagiannya adalah kotak "Current Pointing Device"
2. Pada kotak tersebut, ada kotak pilihan yang jika diklik berisi Current Pointing Device dan Wintab Compatible Digitizer, pilihlah "Wintab Compatible Digitizer.... ".
3. Persis di bawahnya ada dua tombol opsi yang akan aktif begitu kita memilih Wintab Digitizer, yakni opsi "Digitizer only" dan "Digitizer and mouse". Pilihan pertama akan menonaktifkan mouse dan pointer yang berlaku hanya digitizer. Sementara pada pilihan kedua, baik mouse maupun digitizer akan samasama dapat digunakan. Apa pun yang kita pilih, tidak menjadi masalah. Namun jika pada saat kalibrasi tablet kita mengalami kesulitan karena kendali kursor berpindah-pindah terlalu dinamis antara mouse dan digitizer, pilihlah terlebih dahulu "Digitizer only".Klik OK untuk mengakhiri sesi ini.
4. Digitizer mestinya sudah dapat difungsikan. Cobalah gerakan pointer pada
digitizer. Pointer pada layar mestinya ikut bergerak. Kemudian jika mouse
digerakkan, secara otomatis kursor pada layar mengikuti gerakan mouse, ini jika
pilihan yang kita ambil adalah "Digitizer and mouse ". Pengujian yang
perlu dikerjakan adalah menguji fungsinya dan menguji tingkat akurasinya. Untuk
menguji digitizer, kita memerlukan sebuah grid plate, atau dapat pula
menggunakan kertas yang di atasnya telah kita beri grid dengan jarak tertentu.
Kertas grafik yang berkualitas baik dapat kita gunakan.
Untuk menguji digitizer, prinsipnya adalah melakukan kalibrasi dengan grid yang
kita anggap benar koordinatnya. Sebagai contoh, kita gunakan grid dari kertas
graft, lalu kita tentukan empat titik A, B, C, dan D, dan masing-masing kita
beri koordinat A(0,0), B(3000,0), C(3000,2000), dan D(0,2000). Oleh karena
jarak AB pada kertas adalah 30 cm, gambar tersebut berskala 1:1000. Tempatkan
grid tersebut di atas meja digitizer, lalu ikuti langkah-langkah berikut.
1. Letakkan kertas grid di atas meja digitizer.
2. Pilih
menu Tools > Tablet > Cal.
3. Pada
perintah "Digitize point #1:", arahkan pointer ke grid A, klik tombol
OK digitizer.
4. Pada
baris perintah akan muncul "Enter coordinates of point #1:"
Masukkanlah angka 0,0 lalu tekan Enter.
5. Teruskan
langkah tersebut dengan mengarahkan pointer ke grid B, klik OK, kemudian
masukkan angka 3000,0 lalu Enter.
6. Dengan cara yang sama, arahkan ke grid C dan D.
Untuk grid C masukkan angka 3000,2000 sedangkan untuk grid D masukkan koordinat
0,2000.
Pada baris perintah akan ditampilkan statistik. Tingkat akurasi kalibrasi ditunjukkan oleh nilai root mean square error (RMS). Jika proses kalibrasi menggunakan grid yang benar dan proses pointing dilakukan dengan akurat dan sangat hatihati, nilai RMS tersebut akan berkorelasi dengan tingkat akurasi digitizer. Cara tersebut bisa diulang beberapa kali. Jika perlu dengan operator yang berbeda, sehingga kita dapat melakukan analisis statistik. Makin banyak data, alias makin banyak sample, akan semakin memperkuat validitas pengujian.
- Membuat bingkai dan grid
Untuk memulai digitasi sebuah peta, letakkanlah peta
yang akan didigitasi di atas digitizer, rekatkanlah dengan cellotape
secukupnya. Langkah pertama buatlah bingkai peta. Sebagai contoh, kita akan
mendigitasi sebuah peta rupa bumi skala 1:25.000 dari Bakosurtanal, lembar
1707- 334, Tabanan (Bali). Koordinat pojok peta ini sebagai berikut (UTM):
Tabel 45. Keterangan koordinat
Kiri-bawah :293667,9046097
Kanan-bawah :307427,9046162
Kanan-atas :307364,9059988
Kiri-atas :293600,9059923
Langkah pertama, kita buat terlebih dahulu bingkai
luar petanya dengan langkahlangkah berikut.
1. Aktifkan layer "Bingkai" (jadikan current
layer).
2. Klik menu Draw > Line. Kita gunakan line agar
tiap sisi peta menjadi satu entitas terpisah untuk memudahkan proses pembuatan
gratikul yang akan dijelaskan setelah ini.
3. Pada prompt "Specify start point",
ketikkan koordinat kiri bawah peta (293667, 9046097) lalu Enter.
4. Selanjutnya akan muncul promp "To
point:", secara berturut-turut ketikkanlah koordinat-koordinat
kanan-bawah, kanan-atas, dan kiri-atas, dan akhirnya ketikkan
C . Lihatlah gambaran prosedur tersebut seperti
berikut ini.
Specify start point : 293667,9046097
To point : 307427,9046162
To point : 307364,9059988
To point : 293600,9059923
To point : C (ENTER)
Bisa jadi di layar kita tidak akan
melihat gambar apa pun. Jika hal ini terjadi, penyebabnya karena posisi layar
pada kondisi standard dengan pojok layar sekitar 0,0. Sedangkan gambar yang
kita buat jauh di sebelah atas. Untuk menampakkan apa yang telah kita gambar,
lakukan Zoom > Extent.
Dengan langkah 1 hingga 4 di atas,
kita sudah membuat bingkai peta, yang dalam hal ini kebetulan bukan berbentuk
persegi. Pada peta rupa bumi Bakosurtanal, garisgaris yang digambarkan secara
penuh adalah garis gratikul, yakni garis lintang dan bujur (pada peta tergambar
sebagai garis tipis warna biru), tergambar tiap jarak 1 menit. Jika kita
menggunakan garis-garis ini sebagai referensi kalibrasi digitizer, kita harus
menghitung terlebih dahulu koordinatnya dalam sistem UTM dengan hitungan
transformasi koordinat. Grid dengan koordinat metrik (UTM) iinformasikan hanya
sebagai tik (sepotong garis kecil) pada
sisi-sisi peta, tiap jarak 1000 m. Pada peta tik ini digambar dengan garis
hitam. Angka-angka absis ditampilkan pada sisi bawah, sedangkan angka-angka
ordinat pada sisi kanan. Pada peta asli, kita dapat menghubungkan tik-tik
tersebut dengan pensil, sehingga diperoleh grid dalam sistem koordinat UTM.
Untuk lembar peta 1707: 334, Tabanan, grid paling bawah kiri mempunyai
koordinat 294000, 9047000. Grid lain berjarak linear 1000 m arah kanan dan 1000
m arah atas. Pada gambar digital, kita akan menggambarkan grid-grid ini tidak
dalam garis penuh, melainkan dalam bentuk cross grid (tanda plus). Caranya
seperti langkah-langkah berikut.
1. Aktiflkan layer GRID.
2. Klik menu Draw > Polyline atau (Line).
3. Pada perintah "Specify start point":,
dengan mouse (atau digitizer) klik di sembarang tempat pada layar.
4. Berikutnya, pada perintah "To point:"
ketikkan @375<0 lalu Enter, dan sekali lagi akhiri dengan Enter.
5. Lakukan hal yang sama sekali lagi.
Namun pada langkah ketiga, ketikkan @375<90.
6. Geser (dengan perintah Move) salah satu garis
tersebut ke garis lainnya sedemikian hingga titik tengah kedua garis bertemu.
Gunakan alat bantu osnap "mid".
7. Gunakan perintah Block, jadikan tanda silang tersebut sebagai block dengan nama GRID.
- Kalibrasi digitizer
Kita sekarang akan melakukan
kalibrasi, yakni mengorientasikan digitizer sesuai dengan koordinat peta.
Digitizer yang kita gunakan adalah minimal ukuran Al, sehingga seluruh muka
peta dapat masuk ke muka digitizer tersebut. Titik kontrol yang akan kita
gunakan adalah pojok-pojok peta dan satu titik grid di tengah peta. Ikutilah
langkah-langkah berikut.
1. Gunakan menu Tool > Tablet > Calibrate.
2. Pada baris perintah akan muncul "Digitize
point #1:". Posisikan pointer
igitizer secara cermat persis di atas pojok kiri-bawah peta. Setelah
benar-benar pas, tekan tombol OK pointer.
3. Pada perintah "Enter coordinates for point
#1:", ketlkkan angka 293667,9046097 (ENTER).
4. Lanjutkan langkah tersebut untuk titiktitik pojok kanan-bawah, kanan-atas dan kiri-atas, serta salah satu grid di sekitar tengah peta, lalu tekan Enter untuk mengakhiri.
- Digitasi garis
Setelah
proses kalibrasi, kini kita siap untuk "menjiplak" semua detail peta
satu per satu ke layar monitor. Dari rangkaian proses diatas merupakan kegiatan
digitasi pemetaan tanah dengan menggunakan salah satu software SIG yaitu
AutoCAD Map.
Link :
Comments
Post a Comment